Bicara tentang sistem ERP manufaktur Bekasi lebih mudah dengan data nyata. Artikel ini menyajikan dua studi kasus implementasi MyERP+ di pabrik kawasan industri EJIP dan MM2100 Cikarang โ€” lengkap dengan tantangan, proses, dan hasil yang bisa dijadikan referensi.

Studi Kasus 1: Pabrik Komponen Otomotif di EJIP Cikarang

Profil Pabrik

Pabrik komponen otomotif di EJIP (East Jakarta Industrial Park) dengan 85 karyawan, memproduksi komponen presisi untuk principal Jepang. Sebelum implementasi, mereka menggunakan kombinasi software akuntansi generik dan spreadsheet Excel untuk produksi dan inventory.

Tantangan Sebelum ERP

๐Ÿ“Š Hasil setelah 3 bulan implementasi MyERP+: waktu laporan harian ke principal berkurang dari 4 jam menjadi 20 menit, selisih stok opname turun ke 0,3%, dan rekonsiliasi keuangan selesai dalam 1 hari kerja.

Studi Kasus 2: Pabrik Elektronik di MM2100 Industrial Town

Profil Pabrik

Pabrik komponen elektronik di MM2100 Industrial Town dengan 200 karyawan, memproduksi PCB dan modul elektronik untuk brand Korea dan Amerika. Tantangan utama: manajemen 3 gudang terpisah dan kompleksitas kawasan berikat.

Proses Implementasi

Tim konsultan MyERP+ memulai dengan assessment kebutuhan selama 3 hari, diikuti konfigurasi sistem 2 minggu, migrasi data master (item, vendor, customer) 1 minggu, dan parallel run 1 minggu. Total implementasi selesai dalam 23 hari kerja.

Hasil Setelah 6 Bulan

Kedua studi kasus ini menunjukkan bahwa ERP manufaktur Cikarang yang tepat dapat memberikan ROI nyata dalam waktu singkat โ€” bahkan untuk pabrik yang sebelumnya tidak pernah menggunakan ERP.